Rabu, 15 Februari 2012

SALAH KAPRAH

Anak-anakku...
Jika kita menyaksikan tayangan-tayangan infotainment di TV, perilaku,  dan gaya hidup para selebriti adalah menu wajib yang disuguhkan untuk para pemirsa. Sebagai pemirsa TV, kita hendaknya berlaku bijak dalam menyikapi tayangan-tayangan tersebut, bukan hanya pada acara infotainment saja tetapi pada acara-acara TV secara keseluruhan.
Anak-anakku....
Kita ambil contoh untuk perayaan Valentine Day's tanggal 14 Februari kemarin, hampir di semua infotainment menayangkan rasa cinta dan kasih yang diekspresikan oleh seorang kekasih kepada pasangannya. Dan kita semua   tahu mereka belum diikat dalam tali pernikahan. Padahal kata mereka juga, kasih sayang itu bukan hanya untuk kekasih tetapi juga untuk orang lain, orang tua, anak, teman bahkan guru. Tapi ternyata yang ditayangkan idak seindah yang mereka katakan.
Anak-anakku....
Islam mengajarkan kepada umatnya agar senantiasa berkasih sayang, bukan hanya dengan sesama manusia, tetapi juga dengan sesama makhluk. Misalnya saja dalam syariat Islam disebutkan jika kita berbuat dosa kepada sesama manusia, dan kita ingin bertaubat, maka kita harus meminta maaf dulu kepadanya. Atau jika kita  ingin menyembelih binatang (ayam, kambing atau sapi) harus menggunakan pisau yang tajam, ini semata-mata supaya binatang tersebut matinya cepat, tidak lama tersakiti. Dan bukankah ini wujud cinta kasih terhadap sesama makhluk?
Anak-anakku...
Ekspresi cinta kepada kekasih yang belum diikat dengan tali pernikahan adalah sesuatu yang salah kaprah, dan melanggar norma yang ada. Apalagi kalau ekspresinya dibumbui dengan sesuatu hal yang melanggar (misalnya, perzinaan), jelas ini melanggar norma, baik norma susila atau  norma Islam. Dan sejatinya,  berkasih-kasih dan bersayang-sayang itu tidak harus tanggal 14 Februari saja.
Anak-anakku...
Mudah-mudahan kita semua mendapat bimbingan dari Allah SWT agar tetap berada di jalan-Nya. Amiin...Ya Robbal Aalamiin....

Jumat, 13 Januari 2012

ARTI DAN MAKSUD QS. AL-INSYIRAH UNTUK KLS 9


1. Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,
2. dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,
3. yang memberatkan punggungmu[1584]?
4. dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu[1585],
5. karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
6. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
7. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain[1586],
8. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

[1584] Yang dimaksud dengan beban di sini ialah kesusahan-kesusahan yang diderita Nabi Muhammad s.a.w. dalam menyampaikan risalah.
[1585] Meninggikan nama Nabi Muhammad s.a.w di sini Maksudnya ialah meninggikan derajat dan mengikutkan namanya dengan nama Allah dalam kalimat syahadat, menjadikan taat kepada Nabi Termasuk taat kepada Allah dan lain-lain.
[1586] Maksudnya: sebagian ahli tafsir menafsirkan apabila kamu (Muhammad) telah selesai berdakwah Maka beribadatlah kepada Allah; apabila kamu telah selesai mengerjakan urusan dunia Maka kerjakanlah urusan akhirat, dan ada lagi yang mengatakan: apabila telah selesai mengerjakan shalat berdoalah.