Bismillah....
Kegiatan hari ini di PSP UPTD SMPN 3 CAMPAKA diisi dengan Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad Saw yang dibingkai dalam kegiatan keagamaan. Acara diawali dengan Shalat Dhuha, Pembacaan Do'a, Pembacaan Deba, Pembacaan Shalawat yang diiringi musik Hadrah dengan murid-murid sebagai vokalis dan penabuhnya, diakhiri dengan siraman rohani yang diampu langsung oleh Kepala Sekolah.
Materi dari siraman rohani sendiri adalah Behind The Scene tentang Peristiwa Isra Mi'raj sendiri. Murid diajak bercerita dan berkomunikasi tentang kisah hidup Rasulullah Saw dengan shalawat "Raahatil" sebagai pembukanya. Suka dan duka dirasakan oleh beliau, tempaan hidup yang keras karena dari kecil sudah ditinggalkan oleh orang-orang terkasih menjadikan beliau menjadi sosok yang tangguh, penuh tanggung jawab, amanah, tetapi penuh cinta.
Beliau juga dikenal sebagai penggembala, acap kali para pemuka Quraisy ketika berdagang ke negeri Syam menitipkan ternaknya kepadanya. Bukan tanpa alasan Pemuka Quraisy menitipkan kepada beliau, beliau mempunyai karakter yang amanah sehingga ternak akan aman dan tidak kelaparan.
Di sisi lain, beliau juga adalah pedagang. Pemirsa jangan mengira bahwa beliau adalah pedagang biasa dan sederhana, beliau adalah pedagang hebat dan besar dengan karakter yang sangat jujur dan akan sangat transparan pada kualitas produk yang dijajakannya. Dari karakter seperti ini, kostumer merasa dimanjakan, dihargai, dan nurturant efeknya orang kaya di sekitarnya menanamkan saham kepadanya.
Dalam sebuah kesempatan, beliau mencoba berdagang ke negeri Syam dan membawa produk-produk khas Kota Mekkah untuk dijual disana (sementara itu Kaum Quraisy hanya menjual produk khas negeri Syam untuk dijual di Mekkah) dan ketika pulang, beliau menjual produk negeri Syam untuk dijual di kota Mekkah.
Adalah Maisarah seorang pembantu Khadijah yang diberi tugas oleh majikannya untuk mencari tahu seperti apa sosok beliau. Harus diingat bahwa sosok beliau yang good looking, dan berkepribadian yang luas menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat kita Mekkah, beliau betul2 menjadi sosok yang famous. Maisarahpun ikut berdagang ke negeri Syam, dan ternyata yang diberitakan orang-orang selama ini betul adanya. Beliau memperlakukan Maisarah dengan begitu baik, tidak pernah mencaci, tidak pernah merendahkan seperti orang kaya yang ada pada masa itu.
Akhirnya, kepada Maisarah juga Khadijah menitipkan salam silaturrahmi dan salam ta'dzim kepada beliau. Sehingga diakhir kisah, Khadijah merasakan cintanya terlebih dahulu dan siap menjadi isteri beliau. Ternyata gayungpun bersambut beliau menerima cinta Khadijah seorang janda terhormat yang Hanif yang dapat menjaga dirinya, dan juga seorang businesswoman. Muhammad yang berusia 25 tahun menikahi Khadijah yang pada waktu itu berusia 40 tahun dengan mas kawin 20 ekor unta. Mahar yang fantastis yang diberikan oleh beliau ini sekaligus mematahkan tuduhan para Orientalis yang menyatakan bahwa Muhammad adalah orang yang gila harta, orang yang mendompleng kekayaan isterinya. Dan itu semua salah. Muhammad juga seorang pedagang sukses dengan pundi-pundi uang yang mengalir dari hasil kerja kerasnya.
(To be continued)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar