Minggu, 27 November 2022

RESTITUSI

Sahabat ...

Dalam kehidupan sebagai guru atau pendidik, pernahkah dihadapkan pada situasi *tidak mengenakkan*, salah satu contohnya adalah murid yang susah diatur, melanggar aturan, atau hal lain yang membuat dada sesak. Jika dihadapkan pada situasi seperti itu, apakah yang dilakukan oleh guru atau pendidik? Memarahinya, menghardiknya, atau memberikan mereka hukuman  fisik?

Sahabat ...

Jika situasi tersebut terjadi, ada baiknya treatment Restitusi yang dikedepankan. Restitusi diharapkan mampu memposisikan murid sebagai manusia yang punya sisi kelebihan dan sisi kekurangan. Dan guru sebagai orang dewasa yang mempunyai kewajiban untuk mendidik dan meluruskan mereka dengan cara-cara yang manusiawi dan tetap menjaga fisik dan psikisnya.

Secara teoritis, restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka, sehingga mereka bisa kembali pada kelompok mereka, dengan karakter yang lebih kuat. Restitusi juga merupakan proses kolaboratif yang mengajarkan murid untuk mencari solusi untuk masalah mereka, dan membantu murid berpikir tentang orang seperti apa yang mereka ingin menjadi (tujuan mulia), dan bagaimana mereka harus memperlakukan orang lain( Gossen; 2004)

Adapun ciri-ciri Restitusi adalah:

1. Bukan untuk menebus kesalahan, namun untuk belajar dari

kesalahan.

2. Memperbaiki hubungan.

3. Tawaran, bukan paksaan.

4. Restitusi menuntun untuk melihat ke dalam diri.

5. Restitusi mencari kebutuhan dasar yang mendasari tindakan.

6. Restitusi-diri adalah cara yang paling baik.

7. Restitusi fokus pada karakter bukan tindakan.

8. Restitusi fokus pada solusi.

9. Restitusi mengembalikan murid yang berbuat salah pada kelompoknya.

Sahabat....

Jika treatment Restitusi yang diambil oleh guru atau pendidik dilaksanakan dengan baik, maka sekolah yang berpusat pada murid yang mengusung keamanan dan kenyamanan murid akan dapat tercapai. Dengan rasa aman dan nyaman, murid akan dengan mudah dapat menginternalisasikan Profil Pelajar Pancasila dalam dirinya. Jika karakter  ini sudah terinternalisasi, maka student wellbeing akan dapat terwujud.

Didedikasikan untuk para guru hebat di negeri ini.

Ihat Solihat

UPTD SMPN 3 Campaka

28 November 2022



Senin, 18 April 2022

KECEWA

Assalamu'alaikum. Wr. Wb.

Sahabat...

Pernahkah Anda mengalami rasa ini, rasa kecewa yang mengakibatkan luluhlantaknya semangat dalam menjalani kehidupan? Jika pernah, ada baiknya membaca artikel ini.

Arti Kecewa menurut kamus bahasa Indonesia Adalah kecil hati, tidak puas( karena tidak terpenuhi keinginannya). Arti kecewa menurut Psikologi adalah Kondisi dimana Individu merasakan hal yang tidak mengenakkan, menjengkelkan disertai ada rasa kemarahan karena apa yang diinginkan tidak sesuai dengan realita yang terjadi (copas)

Dengan kata lain, kecewa dapat terjadi jika realita tidak seindah ekspektasi. Kecewa merupakan perasaan yang manusiawi, jika tidak berkepanjangan dan tidak berefek psikologis berat bagi yang bersangkutan. Kecewa yang berkepanjangan akan berdampak buruk pada kesehatan mental orang yang bersangkutan.

Sahabat....

Mengapa saya katakan kecewa akan berdampak buruk bagi kesehatan mental? Karena dengan kecewa yang berkepanjangan, konsentrasi seseorang akan fokus pada kekecewaanya, tidak fokus pada peningkatan kualitas diri atau hal lainnya. Oleh karena itu, diperlukan manajemen hati untuk mengatasi kekecewaan ini, salah satunya dengan mengembangkan sikap positif (positive thinking), baik kepada diri sendiri, orang lain, dan Allah Swt.

Positive thinking kepada Allah Swt menjadi muara dari positive thinking kepada diri sendiri dan orang lain.  Dengan mengembangkan sikap positive thinking kepada Allah Swt ini, seseorang akan meyakini bahwa ada hikmah dibalik realita yang terjadi. Dia akan fokus merubah mindset, pola kerja, dan pola hidup untuk perbaikan kualitas dirinya. Dia juga tidak akan mencari kambing hitam atas kegagalan yang ada. Semuanya diserahkan pada kehendak-Nya. 

Sahabat...

Jika cara ini ditempuh, maka In Sha Allah kekecewaan tidak akan berlangsung lama, dan mental akan kbali sehat dan siap untuk memperbaiki kualitas diri dalam menggapai asa dan karsa.

Allahu A'lam...

Kamis, 17 Maret 2022

SAKIT

Oleh:

 Ihat Solihat, M. Ag.

Sahabat....

Kehidupan manusia tidak akan terlepas dari dua hal yang berlawanan, kadang suka, kadang duka, kadang bahagia, kadang nestapa, kadang kuat, kadang lemah, kadang sehat, dan kadang sakit. Keadaan-keadaan tersebut selalu mewarnai dan akan selalu ada.

Menyoroti masalah sakit. Setiap manusia pasti pernah mengalami sakit, baik sakit secara fisik maupun sakit secara psikis. Sakit secara fisik dapat ditanggulangi dengan cara istirahat yang cukup, makan minum yang cukup, dan berobat ke dokter. Sementara untuk sakit secara psikis, dapat ditanggulangi dengan cara menetralisir hati dan pikiran, lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt, atau melalui ruqyah sya'iyyah.

Sahabat ...

Sejatinya, sakit dalam bentuk apapun hendaknya dimaknai bahwa Allah Swt sedang menyayangi kita. Dia menghendaki si sakit (pasien) banyak beristirahat, banyak instrospeksi apakah selama sehat badan dan pikirannya seszai gak dg yang diperintahkan oleh-Nya. Makanya, jika si pasien sabar dalam menghadapi penyakit, sakitnya tersebut akan jadi wasilah untuk penggugur dosa-dosanya. Si pasien juga harus mempunyai keyakinan bahwa Dialah Yang Maha Menyembuhkan. Sabar dan ikhtiar adalah kunci utama menghadapi sakit dan penyakit yang mengiringinya.

Allahu A'lam.

Klinik Aqma

Jum'at, 18 Maret 2022, 08.24 Wib.


Kamis, 27 Maret 2014

SUUDZAN (BURUK SANGKA)

Oleh:
Ihat Solihat, M. Ag
Bismillahirrahmanirrahiim
Anak-anaku...bagaimana kabar kalian, semoga Hidayah dan Inayah Allah Swt tetap menyertai kita. Kalian tentu pernah mendengan istilah Suudzan (buruk sangka) kan? Istilah yang sangat familier dengan telinga kita, tapi meskipun familier, jangan sampai istilah itu melekat pada hati, dan kalbu kita. Mengapa? Karena dengan adanya sifat tersebut kita menjadi negatif kepada semua orang, bahkan kepada Allah swt juga. Allahh Swt mengajarkan dalam sebuah hadits qudsi, bahwa "Aku menurut persangkaan Hamba-hamba-Ku kepada-Ku"..Nah...kalau kita sudah suudzan berarti apa yang akan terjadi???
Anak-anakku yang Ibu cintai...
Sebagai seorang muslim sudah seharusnya berbaik sangka, positif thinking baik kepada sesama manusia ataupun kepada Allah Swt...positif Thinking di sini bukan berarti gak waspada lho!!! waspada tetap, tetapi dalam bingkai yang sesuai dengan proporsinya...
Anak-anakku...
Orang yang punya sifat Suudzan biasanya selalu menumpahkan kesialan, kejelekan kepada orang lain...tidak jarang orang lain dijadikan "kambing hitam" dari kesialannya...padahal dalam Islam jelas hal itu amat, amat terlarang...Apabila kita ditimpa kemalangan, Allah Swt menyuruh kepada kita untuk tersus beristighfar, memohon ampun atas segala dosa dan kesalahan, dan berintrospeksi, bukannya menyalahkan orang lain.
Anak-anakku...
Mudah-mudahan melalui tulisan Ibu yang singkat ini, kita dapat menjadi pribadi-pribadi yang Husnudzan (Berbaik sangka) baik kepada sesama manusia maupun kepada Allah Swt.
Amiin...YRA
Allohu A'lam...

Jumat, 10 Januari 2014

CINTA

Oleh:
Ihat Solihat, M. Ag
Bismillahirrahmanirrahiim...
Anak-anakku...
Apa kabar kalian di awal tahun baru ini? Mudah-mudahan selalu berada dalam lindungan Allah Swt.
Anak-anakku...
Ibu yakin banget kalau kalian pasti pernah merasakan jatuh cinta, perasaan cinta, atau apapun yang bernama cinta...memang cinta adalah salah satu ni'mat yang telah diberikan oleh Allah kepada semua makhluk, bukan hanya manusia, tapi makhluk Allah yang lainpun diberi ni'mat berupa cinta. 
Bagi orang yang sedang jatuh cinta, kehidupan ini terasa sangat indah, kata sebuah lirik lagu "Jatuh cinta berjuta rasanya..." bahkan ada juga pepatah lain, "Kalau cinta sudah melekat, gula Jawa terasa coklat".
Anak-anakku...
Gambaran orang yang jatuh cinta memang luar biasa, namun apabila sudah putus cinta, serasa dunia akan runtuh, serasa hanya dialah orang yang paling malang, dan paling sengsara di jagat raya ini. Melamun, menangis, bahkan uring-uringan tidak karuan, samapai mengkhawatirkan orang-orang yang ada di sekitar. 
 Anak-anakku...
Sebetulnya harus seperti apa kita memperlakukan cinta, dan kepada siapa cinta diberikan. Dalam konsep Islam, cinta adalah naluri yang Allah Swt berikan, cinta kepada Allah harus diposisikan paling pertama, bahkan sinyalemen berikutnya ditegaskan bahwa salah salah satu indikator cinta kepada Allah adalah mengikuti ajaran yang dibawa oleh Rasulullah. Jadi, seberapa besar seseorang mengikuti ajaran Rasul, maka sebesar itu pula cintanya pada Allah. Dalam konsep Islam juga, cinta bukan hanya terhadap lawan jenis, tapi juga terhadap anak-anak (keturunan), kendaraan, emas perak/harta. Namun apakah cinta kepada hal-hal tersebut harus mengalahkan cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya? Tentu tidak...
Jadi, kalau ada di antara kalian yang harus putus cinta dengan pacar atau pasangan yakinlah bahwa Allah Swt sudah mempersiapkan pengganti yang lebih baik menurut pandangan Allah, dan kalian harus yakin bahwa langit tidak akan runtuh hanya karena putus cinta...
Allahu A'lam..

Sabtu, 07 Desember 2013

TAHADDUTS BINNI'MAH

Oleh:
Ihat Solihat, M. Ag
Anak-anakku sekalian..Puji syukur terpanjat hanya untuk Allah Yang Maha Rahman dan Maha Rahiin, karena berkat curahan kasih sayang-Nya kita dapat menikmati hidup, menikmati indahnya malam, dan menikmati cerahnya matahari di siang hari, menikmati kesehatan jasmani dan rohani dan yang lebih penting dari itu Allah memberikan kenikmatan Iman dan Islam yang tiada ternilai harganya.
Shalawat beserta salam semoga terlimpah curahkan kepada Junjunan Alam Habibana Wa Nabiyyana Muhammad SAW...Pembawa manusia dari Alam Kegelapan menuju Allam yang terang benderang..
Anak-anakku sekalian..
Allah Swt berfirman dalam Al-Qur'an QS. Adh-Dhuha ayat 11 yang artinya:
" Dan atas nikmat dari Tuhanmu hendaklah engkau ceritakan". Berangkat dari dasar Al-Qur'an tadi, Ibu akan menceritakan ni'mat (Tahadduts Binni'mah dari Allah Swt kepada Ibu Pada hari ini, Sabtu tanggal 07 Desember 2013, Ibu dinobatkan menjadi Juara I Guru PAI Kreatif dan Inovatif Tk. Nasional.
Anak-anakku...
Prestasi ini akan Ibu persembahkan kepada orang-orang yang Ibu sayangi, orang tua dan mertua sebagai wujud ta'dzim, terima kasih jasa-jasamu, yang telah membimbing, mendidik, dan membekali  anak-anaknya dengan ilmu dan kasih sayang sehingga kami tumbuh di lingkungan pecinta ilmu dan amal, terima kasih untuk Uswah Hasanah yang telah diberikan, suami tercinta sebagai wujud  cinta dan kasih yang tak terhingga, terima kasih dukungannya selama ini, mudah-mudahan keluarga kita tetap Sakinah Mawaddah Wa Rahmah,  anak-anakku Muhammad Rifqi Syafi'i SR, Muhammad Zaki Mufty Ramdani SR, Muhammad Fahmi Farhani SR, dan Muhammad Fakhri Fakhruddin al-Fatoni SR, sebagai wujud Uswah Hasanah  umi kepada kalian.Kalian harus tampil lebih dari kami dan mampu bersaing di kehidupan kini, dan kehidupan nanti. 
Untuk kalian murid-murid Ibu tercinta....
Prestasi ini juga hakikatnya dari Allah Swt, wasilahnya dari do'a kalian, do'a juga do'a sanak saudara tercinta, teman-teman terkasih...Jazakumullah Ahsan Al-Jaza...
Muadah-mudahan Allah Swt memberikan kebarakahan kepada kita semua..
Hotel Ibis  Jakarta, 07 Des 2013.

Sabtu, 30 November 2013

MENSYUKURI NI'MAT ALLAH SWT

Oleh:
Ihat Solihat, M. Ag
 Bismillahirrahmaniirahiim...
Anak-anakku....
Allah Swt adalah  Rabb (pencipta, pengurus), Mulk (Pemilik) dan Ilah (Tuhan yang senantiasa kita sembah). Sebagai Rabb, Allah Swt telah menciptakan dan mengurus semua makhluk yang ada di muka bumi ini termasuk semesta alam raya ini...Sebagai Mulk, Allah Swt adalah Dzat yang memiliki semesta alam ini beserta seluruh isinya, kita tidak usah ngontrak, kita usah bayar....semua disediakan oleh-Nya..Sedangkan sebagai ilah, Allah Swt adalah Tuhan yang wajib kita sembah, wajib kita ikuti ajaran-Nya yang diturunkian melalui para Rasul-Nya.
Anak-anakku...
Allah Swt memberikan ni'mat kepada kita tak terhitung jumlahnya, Allah Swt sendiri berfirman dalam salah satu ayat yang artinya kurang lebih seperti ini..."Seandainya lautan dijadikan tinta, dan pohon-pohon yang ada di muka bumi dijadikan sebagai penanya, kalian tidak akan dapat menghitung ni'mat-Ku"....
Coba sejenak kita cermati, untuk satu contoh saja,  "oksigen", oksigen  yang tiap hari, tiap jam, tiap menit, dan tiap detik kita hirup itu tidak dibayar alias gratis. Sebagai gambaran, kalau kita sakit yang berhubungan dengan alat pernafasan kita, misalnya jantung, paru-paru bermasalah dan harus  masuk rumah sakit, setelah msuk rumah sakit,  dokter menyarankan untuk membantu pernafasan kita dengan tabung oksigen yang diletakan di samping tempat tidur kita, setelah kita sembuh bayar tidak nanti?...Bayar kan!, ya...semua dibayar dan pasti sangat mahal, dan rupiah demi rupiahpun kita keluarkan, tidak masalah asal kita kembali sehat lagi terhindar dari masalah pernafasan...Nah, seandainya Allah Swt yang mengharuskan kita untuk membayar, maka berapa juta, berapa milyar, atau berapa triliun rupiah yang harus kita keluarkan untuk membayar oksigen yang kita hirup????
Anak-anakku...
Itu hanya salah satu contoh saja, belum lagi contoh yang lain...maka sewajarnya kalau kita sebagai makhluk-Nya berterima kasih, bersyukur atas ni'mat yang Allah Swt berikan kepada kita. dan satu hal yang harus kalian ketahui, bersyukur atau kalau dalam istilah Bahasa Sunda "syukuran" itu tidak identik dengan makan-makan saja...Bersyukur itu adalah mengingat Pemberi Ni'mat dan dan taat kepada Pemberi Ni'mat dengan cara beribadah dan menyembah hanya kepada-Nya...Jadi, bersyukur itu melaksanakan segala yang dititahkan oleh allah swt kepada, baik dalam kapasitas Dia sebagai Rabb, Mulk, atau Ilah kita.
Mudah-mudahan  kita menjadi ham-hamba-Nya yang bersyukur...Amiin...YRA>
Wallahu A'lam...