Sebagai prolog dari tulisan ini saya ingin menekankan bahwa pembelajaran PAI bukanlah pembelajaran yang menakutkan, menyeramkan, atau pembelajaran yang hanya menjudge peserta didik melalui kalimat "benar dan salah" semata, tapi pembelajaran PAI apabila dikemas sedemikian rupa akan menjadi pembelajaran yang sarat makna (meaningfull), menyenangkan, dan pastinya "ngangenin" bagi peserta didik yang mengikutinya....
Pembelajaran PAI dengan menggunakan model yang sangat menekankan aktivitas belajar peserta didik ternyata sangat menantang bagi guru dan tentunya sangat menyenangkan bagi peserta didik...waktu dua jam pelajaran (untuk sekolah yang masih menggunakan KTSP 2006) atau tiga jam pelajaran (untuk sekolah yang sudah menerapkan Kur 2013)
Salah satu contoh pembelajaran PAI di SMPN 2 Bungursari di kelas VII, VIII, dan IX untuk materi-materi (Thaharah, Puasa, dan Aqiqah dan Qurban, dan materi-materi lain yang telah dilaksanakan) dengan menggunkan Model Cooperative Learning type Numbered Heads Together (NHT), meskipun sekolah kami belum menerapkan Kur 2013, tapi kami mencoba menuangkan ide-ide pokok kegiatan pembelajaran dalam bingkai mengamati, menanya, mengumpulkan data melalui LKS yang dibuat oleh guru, mengasosiasi, dan mengkomunikasi melalui presentasi dari tiap kelompok. Dan hasilnya, Alhamdulillah...peserta didik menjadi antusias, mempunyai semangat yang tinggi untuk mengumpulkan data dan memecahkan masalah apabila terjadi masalah di kelompoknya.
Insya Allah dalam tulisan berikutnya saya akan paparkan bagaimana sintaks/langkah-langkah dari NHT tersebut.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus