Sabtu, 30 November 2013

MENSYUKURI NI'MAT ALLAH SWT

Oleh:
Ihat Solihat, M. Ag
 Bismillahirrahmaniirahiim...
Anak-anakku....
Allah Swt adalah  Rabb (pencipta, pengurus), Mulk (Pemilik) dan Ilah (Tuhan yang senantiasa kita sembah). Sebagai Rabb, Allah Swt telah menciptakan dan mengurus semua makhluk yang ada di muka bumi ini termasuk semesta alam raya ini...Sebagai Mulk, Allah Swt adalah Dzat yang memiliki semesta alam ini beserta seluruh isinya, kita tidak usah ngontrak, kita usah bayar....semua disediakan oleh-Nya..Sedangkan sebagai ilah, Allah Swt adalah Tuhan yang wajib kita sembah, wajib kita ikuti ajaran-Nya yang diturunkian melalui para Rasul-Nya.
Anak-anakku...
Allah Swt memberikan ni'mat kepada kita tak terhitung jumlahnya, Allah Swt sendiri berfirman dalam salah satu ayat yang artinya kurang lebih seperti ini..."Seandainya lautan dijadikan tinta, dan pohon-pohon yang ada di muka bumi dijadikan sebagai penanya, kalian tidak akan dapat menghitung ni'mat-Ku"....
Coba sejenak kita cermati, untuk satu contoh saja,  "oksigen", oksigen  yang tiap hari, tiap jam, tiap menit, dan tiap detik kita hirup itu tidak dibayar alias gratis. Sebagai gambaran, kalau kita sakit yang berhubungan dengan alat pernafasan kita, misalnya jantung, paru-paru bermasalah dan harus  masuk rumah sakit, setelah msuk rumah sakit,  dokter menyarankan untuk membantu pernafasan kita dengan tabung oksigen yang diletakan di samping tempat tidur kita, setelah kita sembuh bayar tidak nanti?...Bayar kan!, ya...semua dibayar dan pasti sangat mahal, dan rupiah demi rupiahpun kita keluarkan, tidak masalah asal kita kembali sehat lagi terhindar dari masalah pernafasan...Nah, seandainya Allah Swt yang mengharuskan kita untuk membayar, maka berapa juta, berapa milyar, atau berapa triliun rupiah yang harus kita keluarkan untuk membayar oksigen yang kita hirup????
Anak-anakku...
Itu hanya salah satu contoh saja, belum lagi contoh yang lain...maka sewajarnya kalau kita sebagai makhluk-Nya berterima kasih, bersyukur atas ni'mat yang Allah Swt berikan kepada kita. dan satu hal yang harus kalian ketahui, bersyukur atau kalau dalam istilah Bahasa Sunda "syukuran" itu tidak identik dengan makan-makan saja...Bersyukur itu adalah mengingat Pemberi Ni'mat dan dan taat kepada Pemberi Ni'mat dengan cara beribadah dan menyembah hanya kepada-Nya...Jadi, bersyukur itu melaksanakan segala yang dititahkan oleh allah swt kepada, baik dalam kapasitas Dia sebagai Rabb, Mulk, atau Ilah kita.
Mudah-mudahan  kita menjadi ham-hamba-Nya yang bersyukur...Amiin...YRA>
Wallahu A'lam...

Senin, 25 November 2013

GURU

 Oleh:
Ihat Solihat, M. Ag
Bismillahirrahmairrahiim....
Anak-anakku....
Di negara kita tercinta, setiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Mungkin di antara kalian ada yang bertanya, mengapa hari guru harus diperingati? hal ini karena guru memegang peranan yang amat strategis untuk mencetak manusia-manusia yang beriman, bertaqwa, berbudi pekerti luhur, dan cerdas. Guru adalah ujung tombak dari sebuah istilah yang bernama "pendidikan"
Anak-anakku....
Menurut Sayyidina Ali RA..."saya akan menjadikan guru kepada orang yang telah mengajari saya satu huruf...cuma satu huruf...sekarang, berapa puluh, berapa ratus, berapa ribu, atau berapa juta huruf yang sudah diajarkan oleh para guru kepada kita?? Sudah pantaskan mereka diperlakukan oleh kita peserta didiknya? Mereka tidak menuntut lebih..meraka hanya menginginkan kita sukses, karena kesuksesan kita adalah harta yang tidak ternilai harganya...
Anak-anaku...
Dalam Kitab Ta'lim al-Muta'allim telah disebutkan bahwa apabila seseorang ingin mendapatkan ilmu, maka penuhi terlebih keenam syaratnya, syarat-syarat tersebut adalah:
1. Cerdas
2. Optimis
3. Sabar
4. Dana
5. Menghormati guru
6. Durasi belajar yang lama.
Dari keterangan tersebut jelaslah bahwa, apabila seseorang telah memenuhi syarat-syarat tersebut, dan salah satunya "menghormati guru" maka Insya Allah, ilmupun akan dapat diraihnya.....
MAJU TERUS GURU REPUBLIK INDONESIA....
"MERETAS ASA, MENYULAM MIMPI MENENUNNYA MENJADI HELAIAN-HELAIAN NYATA DALAM BINGKAI OPTIMISME DAN KEIKHLASAN....Semoga...

Rabu, 20 November 2013

RELIGIOUS CULTURE

Oleh: Ihat Solihat, M. Ag
Bismilahirrahmaniirahiim....
Ada yang mengatakan bahwa karakter pada diri seseorang laksana otot yang apabila terus dilatih, maka akan dapat dibentuk sebagus dan seideal mungkin. Apabila demikian adanya, maka sarana untuk membentuk 'otot' tersebut adalah latihan dan pembiasaan yang terus menerus dan berkesinambungan.
Di dalam sebuah komunitas yang bernama sekolah, pembiasaan yang baik untuk penciptaan karakter bagi seluruh civitas akademika sekolah  mutlak diperlukan, dengan pembiasaan yang terus menerus, maka karakter positif akan segera terlihat hasilnya.
SMPN 2 Bungursari Kab. Purwakarta adalah salah satu satu sekolah yang yang sangat mengunginkan peserta didik mempunyai karakter, keinginan ini dimanifestasikan dan dikemas dalam  program-program  sekolah, baik dalam intra kurikuler, ekstra kurikuler, maupun dalam pembiasaan.
Program-program sekolah dikemas dalam bingkai keilmuan dan menjawab rasa ingin tahu dan hasrat belajar dari seluruh peserta didik, juga dikemas untuk mengasah emosi positif pada diri peserta didik. Pembiasaan juga tak luput dari perhatian sekolah ini. Pembiasaan yang bersifat kegamaan adalah pemandangan sehari-hari yang dapat dinikmati oelh orang-orang yang haus akan curahan cinta Allah Swt dan Rasul-Nya,  hal ini dilakukan karena semua stakeholder menginginkan terwujudnya iklim keberagamaan yang kuat, dan apabila iklim keberagamaannya kuat, maka akan melahirkan manusia-manusia yang takut terhadap Rabb-nya, dan apabila ini terwujud,  maka keseimbangan antara spiritual, emosional, dan intelektual akan dapat diraih. Dan  RELIGIOUS CULTURE bukan lagi angan-angan semata. Semoga...
Allahu A'lam....

RELIGIOUS CULTURE

Selasa, 19 November 2013

PEMBAGIAN KIAMAT



Pembagian Kiamat ada dua yaitu Kiamat Sugra dan Kiamat Kubra  
A. Pengertian Kiamat Sugra


    Kiamat Sugra berarti Kiamat Kecil, mislanya kematian seseorang. Ini terdapat dalam QS. Al-Imran : 185 yang artinya:
 
185. tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

2. B. Pengertian Kiamat Kubra dan Tanda-tandanya
Kiamat Kubra adalah kiamat besar atau kehancuran alam semesta dengan segala isinya. Adapun tanda-tandanya adalah sebagai berikut:
1. Perbuatan maksiat merajalela
2. Orang beriman semakin menyusut jumlahnya
3. Kekacauan dan kejahatan semakin meningkat
4.  Banyak kejadian-kejadian yang aneh dan ganjil, seperti keluarnya Ya’Juj Wa Ma’juj, keluarnya Dajjal dan matahari terbit dari sebelah barat. Hal ini sebagaimana tecantum dalam QS. Muhammad : 18 yang artinya :
  
18. Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena Sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka Apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila kiamat sudah datang?

PEMBELAJARAN PAI

Bismillahirrahmaaniirrahiim....
 Sebagai prolog dari tulisan ini saya ingin menekankan bahwa pembelajaran PAI bukanlah pembelajaran yang menakutkan, menyeramkan, atau pembelajaran yang hanya menjudge peserta didik melalui kalimat "benar dan salah" semata, tapi pembelajaran PAI apabila dikemas sedemikian rupa akan menjadi pembelajaran yang sarat makna (meaningfull), menyenangkan, dan pastinya "ngangenin" bagi peserta didik yang mengikutinya....
Pembelajaran PAI dengan menggunakan model yang sangat menekankan aktivitas belajar peserta didik ternyata sangat menantang bagi guru dan tentunya sangat menyenangkan bagi peserta didik...waktu dua jam pelajaran (untuk sekolah yang masih menggunakan KTSP 2006) atau tiga jam pelajaran (untuk sekolah yang sudah menerapkan Kur 2013)
Salah satu contoh pembelajaran PAI di SMPN 2 Bungursari di kelas VII, VIII, dan IX untuk materi-materi (Thaharah, Puasa, dan Aqiqah dan Qurban, dan materi-materi lain yang telah dilaksanakan) dengan menggunkan Model Cooperative Learning type Numbered Heads Together (NHT), meskipun sekolah kami belum menerapkan Kur 2013, tapi kami mencoba menuangkan ide-ide pokok kegiatan pembelajaran dalam bingkai  mengamati, menanya, mengumpulkan data melalui LKS yang dibuat oleh guru, mengasosiasi, dan mengkomunikasi melalui presentasi dari tiap kelompok. Dan hasilnya, Alhamdulillah...peserta didik menjadi antusias, mempunyai semangat yang tinggi untuk mengumpulkan data dan memecahkan masalah apabila terjadi masalah di kelompoknya.
Insya Allah dalam tulisan berikutnya saya akan paparkan bagaimana sintaks/langkah-langkah dari NHT tersebut.

Rabu, 15 Februari 2012

SALAH KAPRAH

Anak-anakku...
Jika kita menyaksikan tayangan-tayangan infotainment di TV, perilaku,  dan gaya hidup para selebriti adalah menu wajib yang disuguhkan untuk para pemirsa. Sebagai pemirsa TV, kita hendaknya berlaku bijak dalam menyikapi tayangan-tayangan tersebut, bukan hanya pada acara infotainment saja tetapi pada acara-acara TV secara keseluruhan.
Anak-anakku....
Kita ambil contoh untuk perayaan Valentine Day's tanggal 14 Februari kemarin, hampir di semua infotainment menayangkan rasa cinta dan kasih yang diekspresikan oleh seorang kekasih kepada pasangannya. Dan kita semua   tahu mereka belum diikat dalam tali pernikahan. Padahal kata mereka juga, kasih sayang itu bukan hanya untuk kekasih tetapi juga untuk orang lain, orang tua, anak, teman bahkan guru. Tapi ternyata yang ditayangkan idak seindah yang mereka katakan.
Anak-anakku....
Islam mengajarkan kepada umatnya agar senantiasa berkasih sayang, bukan hanya dengan sesama manusia, tetapi juga dengan sesama makhluk. Misalnya saja dalam syariat Islam disebutkan jika kita berbuat dosa kepada sesama manusia, dan kita ingin bertaubat, maka kita harus meminta maaf dulu kepadanya. Atau jika kita  ingin menyembelih binatang (ayam, kambing atau sapi) harus menggunakan pisau yang tajam, ini semata-mata supaya binatang tersebut matinya cepat, tidak lama tersakiti. Dan bukankah ini wujud cinta kasih terhadap sesama makhluk?
Anak-anakku...
Ekspresi cinta kepada kekasih yang belum diikat dengan tali pernikahan adalah sesuatu yang salah kaprah, dan melanggar norma yang ada. Apalagi kalau ekspresinya dibumbui dengan sesuatu hal yang melanggar (misalnya, perzinaan), jelas ini melanggar norma, baik norma susila atau  norma Islam. Dan sejatinya,  berkasih-kasih dan bersayang-sayang itu tidak harus tanggal 14 Februari saja.
Anak-anakku...
Mudah-mudahan kita semua mendapat bimbingan dari Allah SWT agar tetap berada di jalan-Nya. Amiin...Ya Robbal Aalamiin....