Oleh:
Ihat Solihat, M. Ag
Bismillahirrahmaniirahiim...
Anak-anakku....
Allah Swt adalah Rabb (pencipta, pengurus), Mulk (Pemilik) dan Ilah (Tuhan yang senantiasa kita sembah). Sebagai Rabb, Allah Swt telah menciptakan dan mengurus semua makhluk yang ada di muka bumi ini termasuk semesta alam raya ini...Sebagai Mulk, Allah Swt adalah Dzat yang memiliki semesta alam ini beserta seluruh isinya, kita tidak usah ngontrak, kita usah bayar....semua disediakan oleh-Nya..Sedangkan sebagai ilah, Allah Swt adalah Tuhan yang wajib kita sembah, wajib kita ikuti ajaran-Nya yang diturunkian melalui para Rasul-Nya.
Anak-anakku...
Allah Swt memberikan ni'mat kepada kita tak terhitung jumlahnya, Allah Swt sendiri berfirman dalam salah satu ayat yang artinya kurang lebih seperti ini..."Seandainya lautan dijadikan tinta, dan pohon-pohon yang ada di muka bumi dijadikan sebagai penanya, kalian tidak akan dapat menghitung ni'mat-Ku"....
Coba sejenak kita cermati, untuk satu contoh saja, "oksigen", oksigen yang tiap hari, tiap jam, tiap menit, dan tiap detik kita hirup itu tidak dibayar alias gratis. Sebagai gambaran, kalau kita sakit yang berhubungan dengan alat pernafasan kita, misalnya jantung, paru-paru bermasalah dan harus masuk rumah sakit, setelah msuk rumah sakit, dokter menyarankan untuk membantu pernafasan kita dengan tabung oksigen yang diletakan di samping tempat tidur kita, setelah kita sembuh bayar tidak nanti?...Bayar kan!, ya...semua dibayar dan pasti sangat mahal, dan rupiah demi rupiahpun kita keluarkan, tidak masalah asal kita kembali sehat lagi terhindar dari masalah pernafasan...Nah, seandainya Allah Swt yang mengharuskan kita untuk membayar, maka berapa juta, berapa milyar, atau berapa triliun rupiah yang harus kita keluarkan untuk membayar oksigen yang kita hirup????
Anak-anakku...
Itu hanya salah satu contoh saja, belum lagi contoh yang lain...maka sewajarnya kalau kita sebagai makhluk-Nya berterima kasih, bersyukur atas ni'mat yang Allah Swt berikan kepada kita. dan satu hal yang harus kalian ketahui, bersyukur atau kalau dalam istilah Bahasa Sunda "syukuran" itu tidak identik dengan makan-makan saja...Bersyukur itu adalah mengingat Pemberi Ni'mat dan dan taat kepada Pemberi Ni'mat dengan cara beribadah dan menyembah hanya kepada-Nya...Jadi, bersyukur itu melaksanakan segala yang dititahkan oleh allah swt kepada, baik dalam kapasitas Dia sebagai Rabb, Mulk, atau Ilah kita.
Mudah-mudahan kita menjadi ham-hamba-Nya yang bersyukur...Amiin...YRA>
Wallahu A'lam...