Oleh:
Ihat Solihat, M. Ag
Bismillahirrahmanirrahiim
Anak-anaku...bagaimana kabar kalian, semoga Hidayah dan Inayah Allah Swt tetap menyertai kita. Kalian tentu pernah mendengan istilah Suudzan (buruk sangka) kan? Istilah yang sangat familier dengan telinga kita, tapi meskipun familier, jangan sampai istilah itu melekat pada hati, dan kalbu kita. Mengapa? Karena dengan adanya sifat tersebut kita menjadi negatif kepada semua orang, bahkan kepada Allah swt juga. Allahh Swt mengajarkan dalam sebuah hadits qudsi, bahwa "Aku menurut persangkaan Hamba-hamba-Ku kepada-Ku"..Nah...kalau kita sudah suudzan berarti apa yang akan terjadi???
Anak-anakku yang Ibu cintai...
Sebagai seorang muslim sudah seharusnya berbaik sangka, positif thinking baik kepada sesama manusia ataupun kepada Allah Swt...positif Thinking di sini bukan berarti gak waspada lho!!! waspada tetap, tetapi dalam bingkai yang sesuai dengan proporsinya...
Anak-anakku...
Orang yang punya sifat Suudzan biasanya selalu menumpahkan kesialan, kejelekan kepada orang lain...tidak jarang orang lain dijadikan "kambing hitam" dari kesialannya...padahal dalam Islam jelas hal itu amat, amat terlarang...Apabila kita ditimpa kemalangan, Allah Swt menyuruh kepada kita untuk tersus beristighfar, memohon ampun atas segala dosa dan kesalahan, dan berintrospeksi, bukannya menyalahkan orang lain.
Anak-anakku...
Mudah-mudahan melalui tulisan Ibu yang singkat ini, kita dapat menjadi pribadi-pribadi yang Husnudzan (Berbaik sangka) baik kepada sesama manusia maupun kepada Allah Swt.
Amiin...YRA
Allohu A'lam...
Kamis, 27 Maret 2014
Jumat, 10 Januari 2014
CINTA
Oleh:
Ihat Solihat, M. Ag
Bismillahirrahmanirrahiim...
Anak-anakku...
Apa kabar kalian di awal tahun baru ini? Mudah-mudahan selalu berada dalam lindungan Allah Swt.
Anak-anakku...
Ibu yakin banget kalau kalian pasti pernah merasakan jatuh cinta, perasaan cinta, atau apapun yang bernama cinta...memang cinta adalah salah satu ni'mat yang telah diberikan oleh Allah kepada semua makhluk, bukan hanya manusia, tapi makhluk Allah yang lainpun diberi ni'mat berupa cinta.
Bagi orang yang sedang jatuh cinta, kehidupan ini terasa sangat indah, kata sebuah lirik lagu "Jatuh cinta berjuta rasanya..." bahkan ada juga pepatah lain, "Kalau cinta sudah melekat, gula Jawa terasa coklat".
Anak-anakku...
Gambaran orang yang jatuh cinta memang luar biasa, namun apabila sudah putus cinta, serasa dunia akan runtuh, serasa hanya dialah orang yang paling malang, dan paling sengsara di jagat raya ini. Melamun, menangis, bahkan uring-uringan tidak karuan, samapai mengkhawatirkan orang-orang yang ada di sekitar.
Anak-anakku...
Sebetulnya harus seperti apa kita memperlakukan cinta, dan kepada siapa cinta diberikan. Dalam konsep Islam, cinta adalah naluri yang Allah Swt berikan, cinta kepada Allah harus diposisikan paling pertama, bahkan sinyalemen berikutnya ditegaskan bahwa salah salah satu indikator cinta kepada Allah adalah mengikuti ajaran yang dibawa oleh Rasulullah. Jadi, seberapa besar seseorang mengikuti ajaran Rasul, maka sebesar itu pula cintanya pada Allah. Dalam konsep Islam juga, cinta bukan hanya terhadap lawan jenis, tapi juga terhadap anak-anak (keturunan), kendaraan, emas perak/harta. Namun apakah cinta kepada hal-hal tersebut harus mengalahkan cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya? Tentu tidak...
Jadi, kalau ada di antara kalian yang harus putus cinta dengan pacar atau pasangan yakinlah bahwa Allah Swt sudah mempersiapkan pengganti yang lebih baik menurut pandangan Allah, dan kalian harus yakin bahwa langit tidak akan runtuh hanya karena putus cinta...
Allahu A'lam..
Sabtu, 07 Desember 2013
TAHADDUTS BINNI'MAH
Oleh:
Ihat Solihat, M. Ag
Anak-anakku sekalian..Puji syukur terpanjat hanya untuk Allah Yang Maha Rahman dan Maha Rahiin, karena berkat curahan kasih sayang-Nya kita dapat menikmati hidup, menikmati indahnya malam, dan menikmati cerahnya matahari di siang hari, menikmati kesehatan jasmani dan rohani dan yang lebih penting dari itu Allah memberikan kenikmatan Iman dan Islam yang tiada ternilai harganya.
Shalawat beserta salam semoga terlimpah curahkan kepada Junjunan Alam Habibana Wa Nabiyyana Muhammad SAW...Pembawa manusia dari Alam Kegelapan menuju Allam yang terang benderang..
Anak-anakku sekalian..
Allah Swt berfirman dalam Al-Qur'an QS. Adh-Dhuha ayat 11 yang artinya:
" Dan atas nikmat dari Tuhanmu hendaklah engkau ceritakan". Berangkat dari dasar Al-Qur'an tadi, Ibu akan menceritakan ni'mat (Tahadduts Binni'mah dari Allah Swt kepada Ibu Pada hari ini, Sabtu tanggal 07 Desember 2013, Ibu dinobatkan menjadi Juara I Guru PAI Kreatif dan Inovatif Tk. Nasional.
Anak-anakku...
Prestasi ini akan Ibu persembahkan kepada orang-orang yang Ibu sayangi, orang tua dan mertua sebagai wujud ta'dzim, terima kasih jasa-jasamu, yang telah membimbing, mendidik, dan membekali anak-anaknya dengan ilmu dan kasih sayang sehingga kami tumbuh di lingkungan pecinta ilmu dan amal, terima kasih untuk Uswah Hasanah yang telah diberikan, suami tercinta sebagai wujud cinta dan kasih yang tak terhingga, terima kasih dukungannya selama ini, mudah-mudahan keluarga kita tetap Sakinah Mawaddah Wa Rahmah, anak-anakku Muhammad Rifqi Syafi'i SR, Muhammad Zaki Mufty Ramdani SR, Muhammad Fahmi Farhani SR, dan Muhammad Fakhri Fakhruddin al-Fatoni SR, sebagai wujud Uswah Hasanah umi kepada kalian.Kalian harus tampil lebih dari kami dan mampu bersaing di kehidupan kini, dan kehidupan nanti.
Untuk kalian murid-murid Ibu tercinta....
Prestasi ini juga hakikatnya dari Allah Swt, wasilahnya dari do'a kalian, do'a juga do'a sanak saudara tercinta, teman-teman terkasih...Jazakumullah Ahsan Al-Jaza...
Muadah-mudahan Allah Swt memberikan kebarakahan kepada kita semua..
Hotel Ibis Jakarta, 07 Des 2013.
Sabtu, 30 November 2013
MENSYUKURI NI'MAT ALLAH SWT
Oleh:
Ihat Solihat, M. Ag
Bismillahirrahmaniirahiim...
Anak-anakku....
Allah Swt adalah Rabb (pencipta, pengurus), Mulk (Pemilik) dan Ilah (Tuhan yang senantiasa kita sembah). Sebagai Rabb, Allah Swt telah menciptakan dan mengurus semua makhluk yang ada di muka bumi ini termasuk semesta alam raya ini...Sebagai Mulk, Allah Swt adalah Dzat yang memiliki semesta alam ini beserta seluruh isinya, kita tidak usah ngontrak, kita usah bayar....semua disediakan oleh-Nya..Sedangkan sebagai ilah, Allah Swt adalah Tuhan yang wajib kita sembah, wajib kita ikuti ajaran-Nya yang diturunkian melalui para Rasul-Nya.
Anak-anakku...
Allah Swt memberikan ni'mat kepada kita tak terhitung jumlahnya, Allah Swt sendiri berfirman dalam salah satu ayat yang artinya kurang lebih seperti ini..."Seandainya lautan dijadikan tinta, dan pohon-pohon yang ada di muka bumi dijadikan sebagai penanya, kalian tidak akan dapat menghitung ni'mat-Ku"....
Coba sejenak kita cermati, untuk satu contoh saja, "oksigen", oksigen yang tiap hari, tiap jam, tiap menit, dan tiap detik kita hirup itu tidak dibayar alias gratis. Sebagai gambaran, kalau kita sakit yang berhubungan dengan alat pernafasan kita, misalnya jantung, paru-paru bermasalah dan harus masuk rumah sakit, setelah msuk rumah sakit, dokter menyarankan untuk membantu pernafasan kita dengan tabung oksigen yang diletakan di samping tempat tidur kita, setelah kita sembuh bayar tidak nanti?...Bayar kan!, ya...semua dibayar dan pasti sangat mahal, dan rupiah demi rupiahpun kita keluarkan, tidak masalah asal kita kembali sehat lagi terhindar dari masalah pernafasan...Nah, seandainya Allah Swt yang mengharuskan kita untuk membayar, maka berapa juta, berapa milyar, atau berapa triliun rupiah yang harus kita keluarkan untuk membayar oksigen yang kita hirup????
Anak-anakku...
Itu hanya salah satu contoh saja, belum lagi contoh yang lain...maka sewajarnya kalau kita sebagai makhluk-Nya berterima kasih, bersyukur atas ni'mat yang Allah Swt berikan kepada kita. dan satu hal yang harus kalian ketahui, bersyukur atau kalau dalam istilah Bahasa Sunda "syukuran" itu tidak identik dengan makan-makan saja...Bersyukur itu adalah mengingat Pemberi Ni'mat dan dan taat kepada Pemberi Ni'mat dengan cara beribadah dan menyembah hanya kepada-Nya...Jadi, bersyukur itu melaksanakan segala yang dititahkan oleh allah swt kepada, baik dalam kapasitas Dia sebagai Rabb, Mulk, atau Ilah kita.
Mudah-mudahan kita menjadi ham-hamba-Nya yang bersyukur...Amiin...YRA>
Wallahu A'lam...
Senin, 25 November 2013
GURU
Oleh:
Ihat Solihat, M. Ag
Bismillahirrahmairrahiim....
Anak-anakku....
Ihat Solihat, M. Ag
Bismillahirrahmairrahiim....
Anak-anakku....
Di negara kita tercinta, setiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Mungkin di antara kalian ada yang bertanya, mengapa hari guru harus diperingati? hal ini karena guru memegang peranan yang amat strategis untuk mencetak manusia-manusia yang beriman, bertaqwa, berbudi pekerti luhur, dan cerdas. Guru adalah ujung tombak dari sebuah istilah yang bernama "pendidikan"
Anak-anakku....
Menurut Sayyidina Ali RA..."saya akan menjadikan guru kepada orang yang telah mengajari saya satu huruf...cuma satu huruf...sekarang, berapa puluh, berapa ratus, berapa ribu, atau berapa juta huruf yang sudah diajarkan oleh para guru kepada kita?? Sudah pantaskan mereka diperlakukan oleh kita peserta didiknya? Mereka tidak menuntut lebih..meraka hanya menginginkan kita sukses, karena kesuksesan kita adalah harta yang tidak ternilai harganya...
Anak-anaku...
Dalam Kitab Ta'lim al-Muta'allim telah disebutkan bahwa apabila seseorang ingin mendapatkan ilmu, maka penuhi terlebih keenam syaratnya, syarat-syarat tersebut adalah:
1. Cerdas
2. Optimis
3. Sabar
4. Dana
5. Menghormati guru
6. Durasi belajar yang lama.
Dari keterangan tersebut jelaslah bahwa, apabila seseorang telah memenuhi syarat-syarat tersebut, dan salah satunya "menghormati guru" maka Insya Allah, ilmupun akan dapat diraihnya.....
MAJU TERUS GURU REPUBLIK INDONESIA....
"MERETAS ASA, MENYULAM MIMPI MENENUNNYA MENJADI HELAIAN-HELAIAN NYATA DALAM BINGKAI OPTIMISME DAN KEIKHLASAN....Semoga...
Rabu, 20 November 2013
RELIGIOUS CULTURE
Oleh: Ihat Solihat, M. Ag
Bismilahirrahmaniirahiim....
Ada yang mengatakan bahwa karakter pada diri seseorang laksana otot yang apabila terus dilatih, maka akan dapat dibentuk sebagus dan seideal mungkin. Apabila demikian adanya, maka sarana untuk membentuk 'otot' tersebut adalah latihan dan pembiasaan yang terus menerus dan berkesinambungan.
Di dalam sebuah komunitas yang bernama sekolah, pembiasaan yang baik untuk penciptaan karakter bagi seluruh civitas akademika sekolah mutlak diperlukan, dengan pembiasaan yang terus menerus, maka karakter positif akan segera terlihat hasilnya.
SMPN 2 Bungursari Kab. Purwakarta adalah salah satu satu sekolah yang yang sangat mengunginkan peserta didik mempunyai karakter, keinginan ini dimanifestasikan dan dikemas dalam program-program sekolah, baik dalam intra kurikuler, ekstra kurikuler, maupun dalam pembiasaan.
Program-program sekolah dikemas dalam bingkai keilmuan dan menjawab rasa ingin tahu dan hasrat belajar dari seluruh peserta didik, juga dikemas untuk mengasah emosi positif pada diri peserta didik. Pembiasaan juga tak luput dari perhatian sekolah ini. Pembiasaan yang bersifat kegamaan adalah pemandangan sehari-hari yang dapat dinikmati oelh orang-orang yang haus akan curahan cinta Allah Swt dan Rasul-Nya, hal ini dilakukan karena semua stakeholder menginginkan terwujudnya iklim keberagamaan yang kuat, dan apabila iklim keberagamaannya kuat, maka akan melahirkan manusia-manusia yang takut terhadap Rabb-nya, dan apabila ini terwujud, maka keseimbangan antara spiritual, emosional, dan intelektual akan dapat diraih. Dan RELIGIOUS CULTURE bukan lagi angan-angan semata. Semoga...
Allahu A'lam....
Langganan:
Komentar (Atom)